Berkirim pesan singkat via teks memang menjadi kegemaran pengguna selular di Tanah Air. Baik pemilik handphone pintar maupun standar, hampir semuanya menyuguhkan fitur instant messaging. Bagi pengguna handphone merek lokal pasti sudah familiar dengan aplikasi chat yang ada di dalamnya. Tiap merek menawarkan aplikasi chat sendiri-sendiri. Contoh Nexian hadir dengan Nexian Messenger dan TiPhone dengan Ti-Messenger, lalu Micxon dengan M2M, dan banyak lagi. Semua aplikasi tersebut sebenarnya sama, tapi memang hanya bisa bercengkrama dengan pengguna sesama merek saja.
Maksudnya ingin mengikuti kesuksesan instant messenger buatan RIM, BBM (BlackBerry Messenger). Tapi apa boleh buat, mereka malah tergelincir dengan aplikasi yang tidak disiapkan matang. Pengguna kian enggan menggunakan media chat tersebut karena beberapa sebab. Mulai dari keterbatasan pengguna merek tersebut, koneksi jaringan yang buruk, sampai sistem pembayaran yang kurang komprehensif.
Sebelum aplikasi chat eksklusif di handphone lokal ini muncul, sebenarnya sudah ada aplikasi yang bisa digunakan di semua pengguna handphone berbasis GPRS dan Java. Sebut saja aplikasi Yahoo! Messenger, eBuddy, dan IM-ku (buah kreasi anak dalam negeri). Mereka hanya perlu memiliki account di masing-masing portal chat tersebut untuk bisa berkirim pesan singkat-cepat ke pengguna lain, dengan syarat juga memiliki account di portal tersebut.
Hingga kini, aplikasi tersebut masih menjadi andalan bagi mereka yang ingin berkomunikasi real time via teks. Penggunaan aplikasi tersebut tak menemui kendala di handphone merek global, berbeda dengan pengguna handphone lokal. Mereka akan terbentur tangkapan koneksi yang buruk dan sering terputus. Hal tersebut dikarenakan program Java yang ada di handphone lokal bukan versi murni layaknya di merek global. Makanya aplikasi tadi belum bisa terinstal maksimal menyeluruh ke handphone made in China tersebut.
Kabar baik berhembus dari pengembang OS handphone lokal di Cina. Mereka sudah mengembangkan aplikasi chat khusus yang ditujukan untuk semua handphone OS-nya. Seperti yang telah diketahui, kalau semua handphone merek lokal merupakan buatan Cina dengan OS MTK. Nah, sekarang ini para pelaku industri handphone tanah air (merek lokal) sedang bersatu untuk menyelaraskan aplikasi chat tersebut, sehingga bisa digunakan antar/lintas merek lokal.
Aplikasi chat ini akan terbenam di OS MTK 6252, versi terbaru menggantikan MTK 6253 yang ada sekarang. Sebagai awalan, aplikasi ini akan siap diluncurkan akhir April 2011 oleh salah satu merek handphone lokal dengan salah satu operator Tanah Air. “Ke depannya, aplikasi ini akan ada di semua handphone lokal dan bisa menggunakan dengan semua operator” ujar Nur Amin, General Manager HT Mobile. Aplikasi chat ini menggunakan paket data operator dengan sistem berlangganan. “Mirip dengan BBM, tapi dengan biaya 1/3 lebih murah,” tandas Nuramin optimis. Apakah tren instant messaging lintas merek handphone lokal ini akan memetik buah manis seperti halnya BBM. Kita tunggu saja. (Khoirunnisa)



