Kondisi pertanian di India cukup memprihatinkan. Karena frustasi, tiap 30 menit ada seorang petani melakukan bunuh diri. Hasil yang rendah, keuntungan terus berkurang, dan utang membuat kehidupan petani sangat sulit. Keadaan semakin sulit lagi ketika terjadi bencana pertanian seperti hama atau kekeringan. Melihat kondisi tersebut, Arun Pande dari Tata Consultancy Services (TCS) Innovation Labs dan timya mendesain sistem bernama mKrishi. Platform teknologi tersebut menghubungkan petani dengan ahli pertanian agar bisa memberikan informasi yang cukup bagi petani untuk tetap survive.
Petani akan mendapatkan informasi mengenai segala sesuatu dari penyakit yang mungkin membahayakan tanaman sekaligus memberi saran kapan menyemprot pestisida dan di mana menjual tanaman. “Kami berharap langkah-langkah pencegahan akan mengurangi biaya pestisida yang mahal setelah tanaman terserang penyakit,” ujar Arun Pande dikutip dari Fast Company. Cara kerja mKrishi adalah petani mendapat akses ke para ahli, selanjutnya ahli diberi akses ke informasi tentang pertanian. Para ahli diambil dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dan perusahaan yang telah bermitra dengan mKrishi. Para petani diberikan handphone berkamera dan software yang dibuat khusus untuk mengirim foto tanaman dan pertanyaan ke para ahli. Sensor jaringan dan stasiun cuaca di desa memberikan data relevan yang dikirim ke database. Para pakar bisa mengakses pertanyaan petani melalui aplikasi web sekaligus mengolah data cuaca dan sensor kemudian mengirim balasan melalui perangkat lunak konsol. Petani menerima jawaban dalam bentuk teks atau suara.
Sistem inovatif ini juga bisa memprediksi penyakit atau hama tanaman. Data berasal dari tenaga sensor dengan model prediksi, jika indeks risiko melebihi batas tertentu, maka akan memicu handphone petani yang otomatis memperingatkan mereka untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Tetapi karena besarnya variable yang terlibat, analisa penyakit bukanlah hal mutlak. Meski mereka tetap berharap platform mKrishi akan memberikan prediksi yang lebih akurat, sehingga bisa membantu para petani menghemat sekitar 40 persen sampai 60 persen dari hasil panen mereka. Saat ini, mKrishi telah dipasang di empat desa di negara bagian barat Maharashtra untuk membantu petani kapas, anggur, kentang, dan kedelai. Hasil awal tampak menjanjikan. "Petani mampu mempraktekkan rekomendasi pertanian dengan presisi," kata Pande. Hal ini otomatis berpengaruh pada pendapatan yang meningkat karena peningkatan hasil dan pengurangan penggunaan pestisida.
Berkat inovasinya ini, beberapa penghargaan berhasil diperoleh Arun Pande dan timnya. Diantaranya adalah pada tahun ini memenangkan penghargaan MIT Technology Review Grand Challenge. Tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi mereka terus mengembangkan teknologi. Pengembangan selanjutnya adalah menciptakan sensor node nirkabel yang kuat sehingga setiap petani mampu memasang satu perangkat per hektar lahan. (Bambang Dwi Atmoko)



