Bandung - Memperluas ekspansi jaringan HSPA-nya (High Speed Packet Access) di Tanah Air, Axis kemarin meluncurkan layanan akses broadband Internet pertamanya di wilayah Bandung bersama Huawei sebagai mitra. "Axis Broadband dengan menggunakan teknologi HSPA ini menjadi langkah nyata kami untuk menghadirkan akses Internet berkecepatan tinggi di Bandung," kata Direktur Sales Axis Syakieb A Sungkar di sela peluncuran Axis Broadband, Jumat (10/6/2011).
Axis Broadband merupakan paket kartu perdana baru Axis yang meliputi layanan mobile broadband berkecepatan hingga 2 Mbps (sharing), atau sekitar 384 Kbps untuk kecepatan aktualnya. Dengan kocek sebesar Rp50.000 per bulan, pelanggan mendapatkan kuota sebesar 1Gb. Setelah melewati kuota tersebut, kecepatan akan turun menjadi 64 Kbps. Paket akan berlanjut secara otomatis selama pulsa yang tersisa mencukupi.
"Untuk menikmati paket tersebut, pelanggan baru atau pelanggan lama harus membeli starter pack baru bernama Axis Broadband. Jadi, kartu perdana selain itu tidak bisa menikmati paket broadband Axis," jelas Syakieb. Lantas, mengapa Bandung terpilih sebagai kota pertama yang menyelenggarakan Axis Broadband? Syakieb menjelaskan, potensi pasar, khususnya untuk layanan data, cukup menjanjikan lantaran banyak pelajar dan mahasiswa.
Di Kota Kembang, operator GSM termuda itu membukukan 1,2 juta pelanggan yang dilayani kurang lebih 700 BTS. Secara total, 30-40 persen kontribusi pendapatan Axis berasal dari layanan data (Internet). "Kami akan melanjutkan ekspansi jaringan HSPA kami ke berbagai kota di Indonesia. Dalam 3 tahun ke depan, kami targetkan sudah mencapai 15 kota di Pulau Jawa dan Sumatera," tandasnya. (Muhmmad Chandrataruna)
Axis Broadband merupakan paket kartu perdana baru Axis yang meliputi layanan mobile broadband berkecepatan hingga 2 Mbps (sharing), atau sekitar 384 Kbps untuk kecepatan aktualnya. Dengan kocek sebesar Rp50.000 per bulan, pelanggan mendapatkan kuota sebesar 1Gb. Setelah melewati kuota tersebut, kecepatan akan turun menjadi 64 Kbps. Paket akan berlanjut secara otomatis selama pulsa yang tersisa mencukupi.
"Untuk menikmati paket tersebut, pelanggan baru atau pelanggan lama harus membeli starter pack baru bernama Axis Broadband. Jadi, kartu perdana selain itu tidak bisa menikmati paket broadband Axis," jelas Syakieb. Lantas, mengapa Bandung terpilih sebagai kota pertama yang menyelenggarakan Axis Broadband? Syakieb menjelaskan, potensi pasar, khususnya untuk layanan data, cukup menjanjikan lantaran banyak pelajar dan mahasiswa.
Di Kota Kembang, operator GSM termuda itu membukukan 1,2 juta pelanggan yang dilayani kurang lebih 700 BTS. Secara total, 30-40 persen kontribusi pendapatan Axis berasal dari layanan data (Internet). "Kami akan melanjutkan ekspansi jaringan HSPA kami ke berbagai kota di Indonesia. Dalam 3 tahun ke depan, kami targetkan sudah mencapai 15 kota di Pulau Jawa dan Sumatera," tandasnya. (Muhmmad Chandrataruna)



