Minggu, 26 Oktober 2014  WIB
    
>> Home >> Review

Nokia Asha 202 - Review

Share |
Zyrex

Asha merupakan jajaran produk handphone entry level dari Nokia yang menyasar pengguna remaja dengan gaya stylish. Aneka fitur menarik dibungkus warna memikat dengan harga terjangkau dan kualitas mumpuni seperti Asha 202.

Desain

Varian Asha 202 sepintas mirip dengan model Nokia Music series versi candy bar. Perbedaannya terletak pada layar Asha 202 yang ternyata layar sentuh jenis resistif, jadi bisa menggunakan perantara seperti stylus. Padahal bentang layar tidak cukup lebar yakni 2,4 inci saja, menjadikannya kurang nyaman bagi pengguna pria untuk bernavigasi melalui layar karena ukuran jari yang lebih besar. Untuk itu, sebaiknya kaum adam menggunakan keypad yang tersusun cukup lega dari material plastik glossy yang mudah ditekan.

Berbalut warna hitam glossy di bagian depan, dan empat pilihan warna metalik di panel belakang cukup memikat siapa saja yang melihat. Nokia tidak menyajikan tombol navigasi empat arah yang biasa bertengger tepat di bawah layar bagian tengah. Anda bisa bernavigasi langsung di layar sentuh menggunakan ujung jari. Hanya tersedia tombol “Call” dan “End Call” di antara layar dan alfanumerik. Tersusun empat baris, tuts dibuat besar memaksimalkan ruang yang ada, sehingga terkesan keypad menyatu tanpa sela.

Termasuk dalam kategori entry-level, Nokia tidak menyediakan kamera depan yang biasa digunakan untuk video-call, hanya terlihat speaker telinga atau earpiece di atas layar. Sayap kiri Asha 202 mengemban dua tombol utama, yakni kamera dan volume rocker. Berhubung layar sentuhnya berjenis resistif, tombol pintas membuka aplikasi kamera juga berfungsi sebagai pengunci layar.
Sedangkan sayap kanan hanya diisi oleh slot SIM kedua berjenis mini-SIM card. Dataran atas terlihat cukup penuh karena kehadiran dua buah port charger yaitu jenis micro USB universal dan proprietary 2mm, ditemani audio jack 3,5mm. Bila ANda tengok panel belakang, hanya tersedia lensa kamera dan corong speaker yang berlokasi sejajar tanpa dukungan lampu flash.

Catatan

Slot SIM satu berada di balik baterai bersama slot memori eksternal.

Fitur
Pada layar homescreen, Anda akan melihat tiga tombol menu berjejer di layar paling bawah. Mereka adalah Go To, Menu, dan Names. Layaknya handphone Nokia lain, ketiga menu bisa diubah sesuai kenyamanan pengguna. Pada bagian atas tertera indikator baterai, waktu, dan profil handphone yang sedang digunakan. Pengguna bisa dengan mudah melihat operator GSM apa yang sedang digunakan dan pada slot mana, karena terpampang jelas di homescreen. Widget default yang tersedia ada empat yakni browser, messaging, games, dan email. Tentu Anda bisa menggantinya dengan widget lain yang disediakan.

Fitur utama yang tersaji pada Nokia 202 adalah kamera. Namun karena entry-level, kualitas kamera hanya sebatas 2Mpix. Meski sensornya rendah, hasil jepretannya tergolong baik untuk di kelasnya. Anda bisa memotret atau merekam video selama masih tersedia ruang di kartu memori. Anda tidak bisa menggunakan aplikasi kamera tanpa kartu microSD, karena Nokia hanya memberi kapasitas penyimpanan internal sebesar 10MB.

Meski bukan Music series, media player Nokia selalu memuaskan. Tampilan media player tidak rumit dan Anda bisa membuat playlist dengan mudah. Bedanya, Anda tidak mendapat shortkey ke menu tersebut. Kualitas output suara yang mengalir dari speaker body terdengar sangat baik. Begitu juga kualitas earset yang disumbatkan dalam paket penjualan. Selain bisa menyetel lagu dan video, Nokia juga sudah menyematkan fitur radio FM. Anda bisa mendengar siaran radio, menyimpan channel favorit, dan merekam siaran yang ada.

Nokia browser pada Asha 202 sudah ditingkatkan, membuat jelajah web lebih mudah, lebih cepat, sehingga otomatis menjadi lebih murah. Karena Nokia browser mampu mengkompresi halaman data download menjadi lebih kecil yang akhirnya memakan biaya lebih sedikit.

Kinerja
Nokia Asha 202 merupakan handphone dual SIM GSM-GSM dengan fitur easy swap. Anda bisa dengan mudah berganti SIM 2 karena slotnya tersedia di samping body. Jadi Anda tidak perlu menonaktifkan handphone dan mengangkat baterai untuk berganti layanan operator. Cocok untuk pengguna yang memiliki dua nomor atau lebih dengan budget terbatas. Satu hal yang harus diingat, Asha 202 bukan menggunakan SIM card ukuran biasa melainkan mini-SIM. Anda bisa mengaktifkan dua kartu sekaligus karena Asha 202 mendukung dual standby. Bukan hanya itu, Anda juga bisa berselancar ke dunia maya melalui SIM 1 maupun SIM 2 karena keduanya sudah mendukung koneksi EDGE.

Mengusung model handphone standar candy bar, Asha 202 juga cocok untuk pengguna handphone pemula yang tidak ingin dirumitkan dengan platform tingkat tinggi atau layar super besar. Dua unsur tersebut sangat berperan menguras baterai lebih cepat. Meski tidak besar, Nokia menyematkan baterai kapasitas 1050mAh yang bisa bertahan hingga dua hari penuh dengan penggunaan maksimal. Sedangkan untuk online terus menerus, Nokia mengklaim mampu meladeni lawan bicara hingga 5 jam.



Sign In / Log In
Alamat Email
Password
Verifikasi kode:
Pendaftaran | Lupa Password? 

  Kembali

Buyer's Guide

Merek Handset Harga Baru Harga Purna Jual
Nokia 108Rp. 410.000,-Rp. 255.000,-
Nokia 107 Dual SIMRp. 335.000,-Rp. 260.000,-
Nokia Lumia 1520Rp. 7.450.000,-Rp. 6.650.000,-
Nokia Lumia 1320Rp. 4.675.000,-Rp. 3.425.000,-
Nokia XRp. 1.450.000,-Rp. 950.000,-
Banner Compare

Home   Review   News   Article   Corporaction   Store   Buyer's Guide   Tips   Directory   Print   Mailbox
Copyright © 2010 by selular.co.id, Informasi Handphone Terlengkap. All Rights Reserved