top banner 1

MAJALAH » M-Life

Halaman [ 1 2 Selanjutnya »| ] dari 2

Enda Nasution, -Bapak Blogger Indonesia-
Senin, 02 Februari 2009

Blog Itu Ibarat Pisau

Di era ”demokrasi digital” setiap orang bebas menyuarakan pendapat dan ekspresi. Apalagi kini akses internet makin membumi. Salah satu bentuk ekspresi itu yakni munculnya demam ngeblog (blogging) di Tanah Air.

Berbicara soal blogging, rasanya tak bisa dilepaskan dari sosok Enda Nasution, pria berusia 33 tahun akrab dijuluki Bapak Blogger Indonesia. Tentu saja, sebutan ini bukan gelar formal tapi lebih karena aktivitasnya sebagai blogger pertama di Indonesia. Walau dunia blogging terkait erat dengan dunia IT (Information Technology), bapak satu anak yang gemar membaca novel ini sebenarnya tak memiliki pendidikan formal tentang internet dan blog. Tapi dengan modal bakat dan hobi menulis dari kecil, ia kemudian belajar sendiri bahasa pemprograman. Kemudian perjalanan hidup membawa karir formalnya berlabuh sebagai interactive manager di sebuah agensi iklan di Jakarta.

Alumbus Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung ini, menyebut blogging sebagai elemen yang strategis, karena dengan blogging arus informasi bisa lebih lancar diterima masyarakat. Berikut pandangan-pandangannya mengenai perkembangan dunia blog di Tanah Air, khususnya menyikapi munculnya era mobile blogging (moblog). Wawancara dilakukan di kediamannya, Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta :

Bagaimana cerita perjalanan Anda saat merintis blogging pertama kali ?

Saya mulai menulis di blog sejak 2001 (http://goblogmedia.com), dan sekitar tahun 2004 saat bekerja di Thailand saya punya banyak waktu luang untuk membuat tulisan blog lebih banyak. Blog saya yang cukup populer yakni tentang Pemilu 2004. Lalu saat terjadi musibah Tsunami di Aceh saya juga membuat blog khusus dalam bahasa Inggris, idenya karena informasi yang berseliweranan di maling list cukup banyak, tapi mailing list bersifat tertutup. Sedang di kala itu banyak warga asing yang ingin mendapat info lebih lanjut untuk pertolongan dan dukungan dana. Mungkin karena aktivitas itu, banyak rekan-rekan yang memberi predikat saya sebagai ”bapak blogger”.

Sebagai blogger kemampuan menulis tentu akan sangat dibutuhkan. Dari mana Anda mendapat kemampuan menulis untuk blog?

Sebenarnya sedari kecil saya punya hobi menulis. Lepas dari kuliah di ITB, saya justu bekerja di bidang kreatif sebagai copywriter. Ide-ide saya banyak dituangkan dalam produksi iklan TV, radio dan cetak. Selama waktu lima tahun bekerja di Thailand, saya baru benar-benar mendalami dunia internet online marketing dan interactive. Intinya bisa dibilang perjalanan saya saat ini merupakan kombinasi dari hobi dan kemampuan teknis. (Sebagai copywriter Enda mendapat pengakuan dengan menerima Indonesian Ad Award untuk iklan Dancow dan Sampoerna A Mild-red).

Hadirnya blog membawa banyak ide kebebasan ekspresi, Anda sendiri menggunakan format jenis apa saat ngeblog ?

Blog sendiri sejarahnya merupakan penunjuk jalan di internet, umumnya apa yang sedang ramai atau sedang tren di link ke antar situs. Bila ada yang menarik saya me-link ke banyak hal di internet, lalu memberi komentar. Soal format Saya lebih mengikuti format kott (http://kottke.org). Ada banyak ragam untuk menentukan format blog, tidak ada batasan. Saya punya beberapa ’kios blog’, isinya masing-masing berlainan tergantung tema. Misalnya di dagdigdug.com, saya bicara lebih serius. Tapi di goblogmedia.com, saya bicara seputar refleksi diri.

Bagaimana pandangan Anda seputar perkembangan blog di Tanah air?

Meski sebenarnya tidak ada titik boom, menurut saya perkembangan blog di Indonesia tergolong cepat. Contohnya di tahun 2004 masih jarang ditemui blogger di Indonesia, tapi di tahun 2007 sudah melesat jauh, setidaknya sudah terdata 300 ribu blogger pada ajang Pesta Blogger2007. Kemudian di tahun 2008 jumlah blogger telah mencapai 600 ribu lebih. Dan diperkirakan di tahun ini jumlah blogger bakal menembus angka 1 juta. Hal ini menyiratkan blogging adalah sebuah tren dalam dunia internet.

Lalu unsur apa saja yang mendorong cepatnya pertumbuhan blogger tadi ?

Ada banyak aspek tentunya, mungkin karena layanan weblog sudah dibuat terintegrasi, sehingga lebih mudah bagi seseorang untuk memulai. Selain itu kini banyak solusi weblog yang ditawarkan gratis. Ledakan blog juga sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya ngumpul orang Indonesia, wujudnya dengan munculnya gaya komunitas blog antar daerah/segmen. Sepeti sudah dimulai di Yogya, Bandung, Makassar, Batam, Malang dan menyusul kota-kota lainnya di Tanah Air. Hadirnya pola bisnis Adsense juga terbukti menyumbang pada besarnya peningkatan jumlah blogger. Apalagi bisnis Adsense saat ini sudah berkembang luas, seperti dikembangkan developer lokal.

Bagaimana peran blogging sebagai media untuk menghasilkan uang ?

Selama blog tersebut bisa memberikan informasi dan manfaat bagi pembacanya, saya nilai itu sah-sah saja. Tapi umumnya Adsense hanya dipandang sebatas amunisi bagi blogger. Saya dahulu juga mengadopsi fasilitas Adsense, penghasilan yang di dapat tidak terlalu besar, antara US$20 sampai US$30 per bulan. Tapi dengan kesibukan yang meningkat, saat ini Adsense sudah tidak saya perhatikan lagi.

Akibat bebasnya ekspresi, bermunculan kasus kontroversi dan kriminal di blog. Langkah apa yang harus disikapi?

Blog itu ibarat sebuah pisau, bisa digunakan untuk kebaikan atau pun kejahatan. Saat seseorang berada di dunia maya bukan berarti kebal terhadap hukum. Saat ini aturan yang ada dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dipandang sudah mampu mengakomodir kasus di internet. Tapi untuk aktivitas blog rasanya lebih perlu untuk memberi panduan cara berinternet yang sehat dan positif. (Beberapa hari sebelum wawancara, Enda diundang oleh Polda Metro Jaya selaku saksi ahli dalam kasus pencemaran nama baik TransTV-red).

Lalu saat ini ada solusi moblog, apakah ini bisa menjadi pemicu ledakan blogger lebih lanjut?


Halaman [ 1 2 Selanjutnya »| ] dari 2

Artikel sebelumnya